Beranda

Senin, 21 Mei 2012

Antroposkopi


Antroposkopi adalah studi perbandingan tubuh manusia melalui pengamatan fisik (ciri-ciri nonmetrik). Bidang ini saling menunjang dengan antropometri. Biasanya, secara naluriah orang akan terlebih dahulu memperhatikan bentuk dan ukuran badan, kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan pengukuran secara metrik. Antroposkopi berguna dalam menentukan hubungan kekerabatan antarkelompok manusia. Unsur-unsur yang diamati dalam antroposkopi adalah bentuk muka dan bagian-bagiannya (mata, hidung, bibir, alis, tulang pipi, dan sebagainya). Warna dan bentuk rambut juga menjadi bagian yang diamati, termasuk warna pupil mata. Anggota badan (lengan dan tungkai, tangan dan kaki) tidak luput dari pengamatan ini.

Para ahli kemudian mencari sistem yang dianggap tepat untuk mengelompokkan bentuk-bentuk fisik manusia. Sistem ini dikenal dengan nama somatotyping, yang untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Willian Sheldon (1940), seorang ahli psikologi konstitusional. Sheldon juga mengaitkan tipe badan dengan temperamen tertentu. Sheldon meyakini bahwa somatotipe ditentukan secara genetik tetapi pandangan ini sekarang telah berubah. Para ahli saat ini berpendapat bahwa somatotipe bersifat fenotipik dan dapat berubah disebabkan faktor pertumbuhan, usia tua, olah raga dan gizi (Carter & Heath, 1990). Parnell (1957) dan Heath & Carter (1967) memperbaiki sistem yang diperkenalkan oleh Sheldon. Metode somatotipe Heath-Carter sekarang ini paling banyak digunakan. Sheldon mengelompokkan somatotipe berdasarkan bentuk dan komposisi badan yang diekspresikan dengan endomorphy, mesomorphy, dan ectomorphy. Heath-Carter memberikan pemeringkatan atas somatotipe yang dikemukakan Sheldon. Tipe endomorfi cenderung gemuk (banyak lemak), mesomorfi lebih kekar dan berotot, dan ektomorfi cenderung kurus/langsing.

Somatotipe digunakan untuk:
  • Menggambarkan dan membandingkan atlit pada berbagai tingkat kompetisi
  • Menandai perubahan-perubahan bentuk badan selama pertumbuhan, usia tua, dan olah raga
  • Membandingkan bentuk relatif laki-laki dengan perempuan
  • Menjadi alat analisis untuk “body image”.

Berikut ini deskripsi masing-masing somatotipe:

Endomorph
  • Badan berbentuk buah pir
  • Kepala bulat
  • Pinggul dan bahu lebar
  • Dimensi depan-belakang lebih lebar dibandingkan dimensi kanan-kiri
  • Banyak lemak, terutama di paha dan lengan atas
Manfaat
  • Cocok untuk olahraga jenis rugby yang membutuhkan tubuh gempal karena orang dengan tipe badan ini gerakannya kuat.
  • Cenderung memiliki kapasitas paru yang besar sehingga cocok sebagai atlit olahraga mendayung.
  • Mudah meningkatkan massa otot.

Mesomorph
  • Bentuk badan membaji
  • Kepala berbentuk kubus kubik
  • Bahu lebar
  • Lengan dan tungkai berotot
  • Bibir tipis
  • Dimensi depan-belakang lebih sempit dibandingkan dimensi kanan-kiri
  • Sangat sedikit lemak
Manfaat
  • Mampu memberi respon baik pada olahraga yang membutuhkan ketahanan jantung dan kekuatan
  • Mampu mempertahankan tingkat lemak badan rendah
  • Seluruh kelompok otot dapat digunakan untuk melakukan olahraga positif
  • Tergantung jenis olahraganya, tipe ini mudah menurunkan ataupun menaikkan berat badan

Ectomorph
  • Dahi tinggi
  • Dagu tidak menonjol
  • Bahu dan pinggul sempit
  • Dada sempit dan perut tipis
  • Lengan dan tungkai kurus
  • Otot dan lemak sedikit
Manfaat
  • Rangka yang ringan membuat tipe ini cocok untuk aktivitas aerobik seperti senam
  • Area permukaan badan kecil membuat mereka sesuai untuk aktivitas yang membutuhkan ketahanan
  • Bentuk badan ini mampu mengatur panas badan, hal ini penting untuk aktivitas dasar yang membutuhkan ketahanan



Sumber gambar: lihat di sini


Bacaan lanjutan:
http://www.kheper.net/topics/typology/somatotypes.html
http://changingminds.org/explanations/personality/sheldon_personality.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar