Beranda

Kamis, 03 Mei 2012

Antropologi forensik (2)

Melanjutkan tulisan sebelumnya, bagian ini menerangkan kegunaan antropologi forensik dan penerapannya di lapangan.

Antropologi forensik berguna dalam membantu mengidentifikasi sisa rangka untuk mengungkap identitas mayat.

  1. Pemeriksaan ini dapat dilakukan sebagai langkah pertama untuk menentukan apakah sisa-sisa tersebut berasal dari manusia dan selanjutnya dapat menentukan jenis kelamin (seks), perkiraan usia, bentuk tubuh, dan pertalian ras.
  2. Pemeriksaan dapat juga memperkirakan waktu dan penyebab kematian, riwayat penyakit dahulu atau luka yang saat hidup menimbulkan jejak pada struktur tulang
Apa perbedaan dan persamaan antropologi forensik dengan kedokteran forensik?
Persamaannya, keduanya sama-sama bekerja di ranah hukum (membantu penyidik mengungkapkan identitas mayat). Perbedaannya, kedokteran forensik meneliti mayat yang masih memiliki jaringan lunak sedangkan antropologi forensik meneliti sisa mayat berupa rangka (sudah tidak memiliki jaringan lunak).

Body farm (lihat video)
Body farm adalah fasilitas penelitian tempat proses pembusukan mayat dipelajari dalam berbagai setting. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih  baik tentang proses pembusukan agar didapat informasi yang dibutuhkan (seperti waktu kematian dan apa yang terjadi saat kematian) dari rangka manusia. Penelitian body farm sangat penting bagi antropologi forensik dan ilmu-ilmu yang berkaitan, dan aplikasinya di lapangan sangat berguna dalam penegakan hukum dan ilmu-ilmu forensik.

Body farm pertama dan terbesar adalah milik University of Tennessee Anthropological Research Facility di Amerika Serikat. 

2 komentar:

  1. Hi, saya sgt tertarik dgn antropologi forensik tapi penasaran untuk masuk bidang itu harus masuk jurusan apa. Apakah s1nya antropologi saja dan sudah termasuk mata kuliahnya? Tolong informasinya! Saya kira di Indonesia blm ada spesialis forensik antropologi dan saya malah daftar fk...untuk msk kedokteran forensik..padahal sebenarnya saya lbh tertarik dgn aspek antropologinya dan fisik kerangka saja. Apakah jalur ini sgt berbeda?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya. Setahu saya di jurusan Antropologi tidak ada sub khusus ataupun mata kuliah yang membahas antrop forensik. Benar menurut Anda, di Indonesia memang belum ada pendidikan formal dengan spesialisasi antrop forensik. Biasanya sub ini diberikan sebagai wawasan tambahan dalam mata kuliah antropologi biologi/antropologi ragawi. Ilmu forensik memang lebih banyak dipelajari di FK (salah satu mata kuliah atau salah satu progam studi). Namun, bukan berarti kita tidak memiliki ahli antrop forensik. Setahu saya UGM dan Unair memiliki ahli antrop forensik (mereka lulusan LN). Kedua jalur ini berbeda, dalam arti antrop forensik tidak hanya meneliti aspek biologis tetapi juga kultural. Anda dapat mempelajari lebih lanjut dalam buku "Fundamentals to Forensic Anthropology" dan "The Use of Forensic Anthropology". Buku2 tsb bisa diunduh dalam format digital (pdf)di www.scribd.com. Semoga link-nya masih ada. Salam.

      Hapus